Senin, 24 Oktober 2011

Cerita pagi



Di hadapan pintu rumah, ingin ku ceritakan cerita pagi.

Bekasi, sentuhan kecil pagi yang cerah dengan matahari yang memancarkan cahayanya.

Menyinari, mencumbui setiap sisi tanah yang membentang luas.

Angin pun hadir melengkapi pagi yang ceria ini.

Bekasi, Mengabarkan cerita pagi dari aktifitas masyarakat yang ingin menyambung kehidupannya

Mencari setiap peluang untuk menggantikannya dengan sekeping rupiah.

Bekasi, mengabarkan cerita pagi dengan sentuhan kecil pagi yang cerah

Dari seorang anak yang bermimpi untuk menyambung hidupnya.

Duduk di hadapan mobil dan bernyanyi, melantunkan melodi dalam syahdu dengan jenaka.

Melengkapi kesendirinya dengan menatap kendaraan yang mulai melengkapi aktifitas disetiap jalan berdebu

Bekasi, Mengabarkan cerita pagi

Kota dengan pengaruh budaya yang beragam.

Menuntut semua orang untuk selalu beradaptasi, melengkapi hidupnya dengan berbudayanya.

Misi yang dibawa ialah menyambung kehidupan dengan keterbatas waktu dan ruang

Bekasi, sentuhan kecil pagi yang cerah

Selalu melahirkan impian

Cerita sorang ibu terhadap ku tentang rumah bersalin, yang selalu banyak melahirkan anak : tentang sebuah cerita, sebuah masa depan maupun tentang optimisme kehidupan kelak.

Menafikan dirinya untuk selalu bergerak hingga waktu yang tidak disadarinya.

Itulah cerita pagi

Bergerak dan selalu bergerak

Mencapai sebuah impian mencari setiap kesempatan

Bekasi, sentuhan kecil pagi yang cerah

Bekasi, 24-10-2011

09.00 WIB

Pramoe Mirza

Selasa, 26 Juli 2011

Jakarta Metropolis










http://indonesiasketchers.blogspot.com/2009/11/landmarks-of-jakarta.html">Disini

Jakarta,

Lalu, diapun memulai

Berjalan menelusuri pepohonan dalam bentuk batu

Menitik, merintih keringat yang selalu berada kembali

Meracau dalam kisah kehidupan yang [meng]abu

Lalu, kembali diapun memulai

Melangkah saat bersama jalan yang [ber]abu

Bersama gerombolan manusia yang haus akan materi

Inikah sebuah kisah usang?

Inikah perjalanan seorang manusia dalam proses yang berjuang?

Inikah pertanda jejak yang jalang?

Berjalan teronta dalam sebuah pencarian

Manusia, Bagai laut yang menghemas batu karang

Deras, keras dalam hempasan yang ditemani angin

Tidak hanya nikmatnya angin dalam derasnya yang deru

Mentari pun terkadang menjadi lawan

Untuk kita dapat saling mengerti

Bahwa Jakarta selalu memberi energi dalam langkah yang parau

Mentari pun menjadi kawan

Dari sebuah awal pengharapan

Memulai sebuah perjalanan

Untuk, Jakarta yang tidak pernah diam


Pramoe Mirza

bekasi, 27.07.2011

Jakarta Metropolis










Disini

Jakarta,

Lalu, diapun memulai

Berjalan menelusuri pepohonan dalam bentuk batu

Menitik, merintih keringat yang selalu berada kembali

Meracau dalam kisah kehidupan yang [meng]abu

Lalu, kembali diapun memulai

Melangkah saat bersama jalan yang [ber]abu

Bersama gerombolan manusia yang haus akan materi

Inikah sebuah kisah usang?

Inikah perjalanan seorang manusia dalam proses yang berjuang?

Inikah pertanda jejak yang jalang?

Berjalan teronta dalam sebuah pencarian

Manusia, Bagai laut yang menghemas batu karang

Deras, keras dalam hempasan yang ditemani angin

Tidak hanya nikmatnya angin dalam derasnya yang deru

Mentari pun terkadang menjadi lawan

Untuk kita dapat saling mengerti

Bahwa Jakarta selalu memberi energi dalam langkah yang parau

Mentari pun menjadi kawan

Dari sebuah awal pengharapan

Memulai sebuah perjalanan

Untuk, Jakarta yang tidak pernah diam


Pramoe Mirza

bekasi, 27.07.2011

Jakarta Metropolis










http://indonesiasketchers.blogspot.com/2009/11/landmarks-of-jakarta.html">Disini

Jakarta,

Lalu, diapun memulai

Berjalan menelusuri pepohonan dalam bentuk batu

Menitik, merintih keringat yang selalu berada kembali

Meracau dalam kisah kehidupan yang [meng]abu

Lalu, kembali diapun memulai

Melangkah saat bersama jalan yang [ber]abu

Bersama gerombolan manusia yang haus akan materi

Inikah sebuah kisah usang?

Inikah perjalanan seorang manusia dalam proses yang berjuang?

Inikah pertanda jejak yang jalang?

Berjalan teronta dalam sebuah pencarian

Manusia, Bagai laut yang menghemas batu karang

Deras, keras dalam hempasan yang ditemani angin

Tidak hanya nikmatnya angin dalam derasnya yang deru

Mentari pun terkadang menjadi lawan

Untuk kita dapat saling mengerti

Bahwa Jakarta selalu memberi energi dalam langkah yang parau

Mentari pun menjadi kawan

Dari sebuah awal pengharapan

Memulai sebuah perjalanan

Untuk, Jakarta yang tidak pernah diam


Pramoe Mirza

bekasi, 27.07.2011

Jakarta Metropolis










http://indonesiasketchers.blogspot.com/2009/11/landmarks-of-jakarta.html">Disini

Jakarta,

Lalu, diapun memulai

Berjalan menelusuri pepohonan dalam bentuk batu

Menitik, merintih keringat yang selalu berada kembali

Meracau dalam kisah kehidupan yang [meng]abu

Lalu, kembali diapun memulai

Melangkah saat bersama jalan yang [ber]abu

Bersama gerombolan manusia yang haus akan materi

Inikah sebuah kisah usang?

Inikah perjalanan seorang manusia dalam proses yang berjuang?

Inikah pertanda jejak yang jalang?

Berjalan teronta dalam sebuah pencarian

Manusia, Bagai laut yang menghemas batu karang

Deras, keras dalam hempasan yang ditemani angin

Tidak hanya nikmatnya angin dalam derasnya yang deru

Mentari pun terkadang menjadi lawan

Untuk kita dapat saling mengerti

Bahwa Jakarta selalu memberi energi dalam langkah yang parau

Mentari pun menjadi kawan

Dari sebuah awal pengharapan

Memulai sebuah perjalanan

Untuk, Jakarta yang tidak pernah diam


Pramoe Mirza

bekasi, 27.07.2011

Minggu, 27 Juni 2010

Nyanyian Hati

Dikota jogya, kata ini kurajut sambil
Mendendangkan irama hati persahabatan
Aku berpesta sendiri dengan bintang dan kesunyian
Aku melamun dalam kesunyian dan kumasuki pusara dunia
Maya tentang persahabatan

Tak ada lilin, lampu, cahaya menemaniku
Ku imaji, ku hayati nilai-nilai persahabatan kita dalam sendiri
Ku resapi takjub adanya dirimu

Malam ini ku buat bidadari iri karnamu
Ku buat rama sinta ingin hidup kembali
Untuk merasakan makna persahabatan yang kita rajut sejak dulu
Jika pelangi esok hadir
Ia akan membentuk suatu lingkaran indah warna yang menghiasi semesta
Jika pelangi esok indah, mari kita warnai persahabatan kita dengan persaudaraan abadi
Untukmu labirin pemilik separuh nafasku


Pramoe Mirza, Jogyakarta
18.07.08

Metamorfosa Kehidupan

Sahabat, untaian kata dalam ladi kata
Terhempas dalam bayang-bayang semu obyek kehidupan
Menciptakan nadir baru dalam bingkai kehidupan baru
Engkau adalah tulang
Engkau adalah nafas
Engkau adalah nadi
Pernak pernik yang hidup menghiasi semesta ini

6 juli awal dari hidup baru persahabatan baru
Merintih suatu fenomena budaya baru kehidupan
Terikat oleh waktu dalam ruang-ruang kehidupan baru
mencapai bentuk aura bahagia

Serpih beragam budaya menghampiri kebhinekaan kita
Udara menjadi penghubung labirin emosi
Tali yang terurai tidak lagi terpisah
Menjadi rajut, menjadi simpul oleh
udara siang saat itu
Metamorfosa persahabatan
Letih tidak lagi menghiasi raga
Semangat tetap bersama di tiap waktu yang kosong
Itulah metamorfosa persahabatan


Krida sraf tetap menyadarkan kita
dalam bingkai ruang-ruang kehidupa yang hampa
Lorong-lorong hitam tidak lagi gelap
Hidup ini tidak lagi sendiri
Bersama untuk membangun istana kebahgiaan
Itulah metamorfos persahabatan

Tidak ada kata kosong dalam ruag waktu yag singkat
Tidak ada letih kata dalam kehampaan hidup
Tidak ada gelisahbahasa dalam perbedaan kita
yang ada adalah serpihan-serpihan kertas kosong
selalu disimpan, selalu digoreskan, selalu disatukan
dalam persuasi kata

Untukmu kalimat metamorfosa persahabatan
Kita memang berbeda dalam berbagai kehidupan yang beda
tapi kita tidak berbeda dalam CINTA
kita terasing dalam perbedaan
tetapi tidak untuk persahabatan

Pramoe Mirza
Jogyakarta, 13-07-08