Selasa, 26 Juli 2011

Jakarta Metropolis










Disini

Jakarta,

Lalu, diapun memulai

Berjalan menelusuri pepohonan dalam bentuk batu

Menitik, merintih keringat yang selalu berada kembali

Meracau dalam kisah kehidupan yang [meng]abu

Lalu, kembali diapun memulai

Melangkah saat bersama jalan yang [ber]abu

Bersama gerombolan manusia yang haus akan materi

Inikah sebuah kisah usang?

Inikah perjalanan seorang manusia dalam proses yang berjuang?

Inikah pertanda jejak yang jalang?

Berjalan teronta dalam sebuah pencarian

Manusia, Bagai laut yang menghemas batu karang

Deras, keras dalam hempasan yang ditemani angin

Tidak hanya nikmatnya angin dalam derasnya yang deru

Mentari pun terkadang menjadi lawan

Untuk kita dapat saling mengerti

Bahwa Jakarta selalu memberi energi dalam langkah yang parau

Mentari pun menjadi kawan

Dari sebuah awal pengharapan

Memulai sebuah perjalanan

Untuk, Jakarta yang tidak pernah diam


Pramoe Mirza

bekasi, 27.07.2011

Tidak ada komentar: